Mimpi S2 ke Luar Negeri Terkendala IELTS? Cek Daftar Beasiswa Tanpa Syarat Skor Bahasa Ini!

Mengambil studi S2 di luar negeri adalah impian bagi banyak orang. Selain untuk meningkatkan kualifikasi akademik, kuliah di luar negeri memberikan pengalaman kultural yang tak ternilai harganya. Namun, ada satu batu sandungan yang seringkali membuat nyali para pemburu beasiswa ciut: syarat sertifikat bahasa internasional seperti IELTS atau TOEFL iBT.

Bukan rahasia lagi bahwa biaya tes IELTS atau TOEFL tidaklah murah, bahkan bisa mencapai jutaan rupiah untuk satu kali tes. Belum lagi tingkat kesulitannya yang membutuhkan persiapan berbulan-bulan. Kabar baiknya, ternyata ada cukup banyak skema beasiswa S2 luar negeri tanpa syarat IELTS dan TOEFL yang bisa kamu coba. Artikel ini akan mengulasnya secara mendalam untuk membantu kamu meraih gelar Master tanpa harus pusing memikirkan skor band 7.0.

Mengapa Ada Beasiswa Tanpa Syarat IELTS?

beasiswa S2 luar negeri tanpa syarat IELTS dan TOEFL

Banyak yang bertanya, apakah mungkin kuliah di luar negeri tanpa bukti kemampuan bahasa Inggris? Jawabannya adalah mungkin. Beberapa negara atau institusi penyedia beasiswa memahami bahwa bahasa bisa dipelajari seiring berjalannya waktu, atau mereka memiliki sistem penilaian kompetensi lain.

Beberapa skema beasiswa menyediakan program persiapan bahasa (language preparatory course) selama satu tahun sebelum perkuliahan dimulai. Ada juga universitas yang menerima Surat Keterangan Pengantar Bahasa Inggris (Medium of Instruction/MoI) dari universitas asal kamu jika studi S1-mu memang disampaikan dalam bahasa Inggris.

1. Beasiswa Pemerintah Rumania (Romania Government Scholarship)

Rumania mungkin bukan tujuan pertama yang terlintas di pikiran, namun negara ini menawarkan kualitas pendidikan Eropa yang solid. Setiap tahun, pemerintah Rumania melalui Kementerian Luar Negeri (MAE) menawarkan beasiswa penuh untuk jenjang S1, S2, hingga S3.

Keunggulan utama beasiswa ini adalah kamu tidak diwajibkan melampirkan sertifikat IELTS atau TOEFL. Sebagai gantinya, jika kamu memilih program studi dalam bahasa Rumania, kamu akan mendapatkan kursus bahasa persiapan selama satu tahun secara gratis. Ini adalah kesempatan emas untuk belajar bahasa baru sambil mengejar gelar Master.

2. Beasiswa Turkiye Burslari (Turki)

Beasiswa dari pemerintah Turki ini merupakan salah satu yang paling populer bagi pelajar Indonesia. Turkiye Burslari mencakup biaya kuliah penuh, akomodasi, asuransi kesehatan, hingga uang saku bulanan. Menariknya, beasiswa ini sangat inklusif terhadap pelamar yang belum memiliki sertifikat bahasa Inggris.

Sama seperti Rumania, penerima beasiswa Turkiye Burslari akan diwajibkan mengikuti kursus bahasa Turki (TÖMER) selama satu tahun sebelum mulai kuliah. Jadi, kamu tidak perlu khawatir jika tidak memiliki IELTS saat mendaftar. Pendaftarannya pun biasanya sangat mudah dilakukan melalui portal online resmi mereka.

3. Beasiswa Pemerintah Hungaria (Stipendium Hungaricum)

Hungaria menjadi destinasi favorit baru di Eropa Tengah. Melalui program Stipendium Hungaricum, pemerintah Hungaria menawarkan ribuan beasiswa setiap tahunnya. Beberapa universitas di Hungaria dalam skema ini tidak mewajibkan IELTS jika kamu bisa membuktikan bahwa bahasa pengantar saat S1 adalah bahasa Inggris.

Cukup dengan melampirkan sertifikat Medium of Instruction (MoI) dari universitas asal, kamu sudah bisa melamar. Namun, pastikan kamu mengecek detail persyaratan di masing-masing universitas yang dituju, karena kebijakan antar universitas di Hungaria bisa sedikit berbeda.

4. Global Korea Scholarship (GKS) – Jalur Kedutaan

Korea Selatan telah menjadi pusat perhatian dunia lewat budayanya, namun kualitas pendidikannya juga tidak main-main. Pemerintah Korea melalui program GKS menawarkan beasiswa full-funded untuk pelajar internasional. Menariknya, sertifikat bahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTS sifatnya hanyalah opsional atau poin tambahan.

Jika kamu lolos tanpa sertifikat bahasa, kamu akan diwajibkan mengikuti pelatihan bahasa Korea di institusi yang ditunjuk selama satu tahun. Jika dalam tahun tersebut kamu berhasil mencapai level tertentu dalam TOPIK (Test of Proficiency in Korean), kamu bisa langsung melanjutkan studi S2 kamu.

5. Beasiswa Pemerintah Rusia (Russian Government Scholarship)

Rusia menawarkan ribuan kuota beasiswa bagi pelajar internasional setiap tahunnya. Beasiswa ini mencakup biaya kuliah gratis (tuition fee waiver). Keuntungan terbesarnya adalah tidak adanya syarat IELTS atau TOEFL dalam proses seleksi awal.

Mahasiswa internasional yang belum mahir bahasa Rusia akan dimasukkan ke dalam ‘Preparatory Faculty’ untuk belajar bahasa Rusia selama satu tahun sebelum memulai program S2. Mengingat Rusia unggul dalam bidang sains, teknik, dan kedokteran, ini adalah opsi yang sangat layak dipertimbangkan.

6. Chinese Government Scholarship (CSC)

Tiongkok saat ini sedang gencar menarik talenta internasional untuk belajar di sana. Banyak universitas di Tiongkok yang menawarkan program S2 dalam bahasa Mandarin atau Inggris. Untuk program dengan pengantar bahasa Mandarin, biasanya kamu tidak memerlukan IELTS, melainkan akan diberikan pelatihan bahasa Mandarin selama satu tahun.

Bahkan untuk beberapa program berbahasa Inggris, sertifikat MoI dari universitas asal seringkali sudah cukup untuk menggantikan syarat TOEFL/IELTS. Hal ini membuat peluang kamu untuk kuliah di universitas top Tiongkok menjadi sangat terbuka lebar.

Strategi Lolos Beasiswa Tanpa IELTS

Meski tanpa syarat skor bahasa yang ketat, bukan berarti kamu bisa mendaftar dengan persiapan seadanya. Persaingan tetap ketat. Berikut adalah beberapa tips agar aplikasi kamu tetap unggul di mata reviewer:

  • Gunakan Sertifikat MoI: Mintalah surat keterangan dari universitas S1-mu yang menyatakan bahwa seluruh mata kuliah disampaikan dalam bahasa Inggris. Ini adalah pengganti legal yang kuat.
  • Fokus pada Study Plan: Karena kamu tidak ‘pamer’ skor bahasa, pastikan rencana studimu sangat kuat, logis, dan memberikan kontribusi nyata bagi negara asal.
  • Perkuat Portofolio: Tonjolkan pengalaman kerja, organisasi, atau proyek riset yang pernah kamu lakukan. Nilai akademik (IPK) yang tinggi juga akan sangat membantu.
  • Pilih Negara yang Menyediakan Kursus Bahasa: Fokuslah pada negara-negara yang memang menyertakan satu tahun persiapan bahasa sebagai bagian dari paket beasiswa.

Penting: Cek Detail di Website Universitas

Penting untuk diingat bahwa syarat beasiswa dan syarat masuk universitas terkadang bisa berbeda. Beasiswa mungkin tidak mewajibkan IELTS, namun pihak universitas tujuan mungkin memintanya. Oleh karena itu, selalu lakukan ‘double-check’ pada laman resmi universitas yang kamu tuju dalam program beasiswa tersebut.

Jangan sampai langkahmu terhenti hanya karena takut pada tes IELTS atau TOEFL. Banyak jalan menuju Roma, dan dalam hal ini, banyak jalan menuju kampus impian di luar negeri. Selama kamu memiliki tekad kuat dan riset yang mendalam, gelar Master dari luar negeri bukanlah hal yang mustahil untuk diraih.

Kesimpulan

Mencari beasiswa S2 luar negeri tanpa syarat IELTS dan TOEFL memang memerlukan ketelitian ekstra dalam memilah informasi. Namun, opsi tersebut nyata adanya. Mulai dari Turki, Hungaria, Korea Selatan, hingga Rusia, semua menawarkan kesempatan emas bagi kamu yang ingin berkembang tanpa terkendala biaya tes bahasa yang mahal. Persiapkan dokumen pendukung lainnya dengan maksimal, dan mulailah mendaftar sekarang juga!

Leave a Comment

error: Content is protected !!